Rabu, 01 Februari 2017

perbanyakan anggrek


Teknik Perbanyakan Vegetatif  Anggrek – Perbanyakan vegetatif merupakan cara untuk mendapatkan tanaman yang sama seperti induknya, tujuan untuk memperoleh keunggulan tanaman. Perbanyakan vegetatif disesuaikan dengan cara pertunbuhannya monopodial atau sympodial.
Monopodial maksudnya tanaman hanya mempunyai satu sumbu utama artinya pertumbuhan batangnya tidak terbatas, contohnya Vanda, Archnis, Ascocenda dan lain-lain. Sedang sympodial pertumbuhan ujung batangnya terbatas, misal Cattleya, Dendrodium, Oncidium dan lain-lain.
Perbanyakan vegetatif merupakan cara perbanyakan dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman sehingga akan menghasilkan tanaman yang sama persis dengan induknya. Perlu diingat bahwa dengan perbanyakan vegetatif pada anggrek harus disesuaikan dengan pola pertumbuhaannya. Pada anggrek monopodial diperbanyak dengan stek batang, sedangkan anggrek sympodial dapat diperbanyak di spilt dan dengan keiki. Dalam perbanyakan vegetatif perlu diperhatikan adalah bagaimana kondisi tanamannya, sehat apa tidak, kesuburannya, jumlah rumpun apa sudah penuh dalam pot atau tidak ini pada jenis sympodial.
Pada monopodial sama juga kesehatannya, kesuburannya serta tinggi batangnya. Sedang yang menggunakan keiki baik pada Dendrodium maupun Phalenopsis harus diperhatikan apakah akarnya sudah tumbuh banyak atau tidak, karena hal ini akan mendukung  keberhasilan setelah ditanam.
Secara garis besar, perbanyakan menurut ienis pertumbuhanya dibedakan menjadi 3 cara, yaitu perbanyakan Anggrek monopodial, Perbanyakan Anggrek sympodial dan perbanyakan dengan cara keiki. Berikit penjelasan teknik masing masinnya.
Pertama siapkan alat dan bahan terlebih dahulu.
  • Pot
  • Kawat
  • Tali pengait
  • Gunting stek
  • Pisau
  • Anggrek vanda (monopodial) (saya mengambil contoh jenis anggrek vanda, Anggrek Dendrodium,
  • Keiki Dendrodium maupun Phalenopsis
  • Media
  • Pupuk
  • Fungisida
Cara kerja untuk anggrek sympodial:
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (sympodial)
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (sympodial)
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (sympodial)
  1. Siapkan anggrek Cattelya yang sudah penuh sehingga perlu atau bisa direpotting.
  2. Keluarkan tanaman dari pot secara hati-hati.
  3. Akar yang tua dan tidak aktif dipotong sehingga tinggal rizoma dan sisakan akar   yang aktif.
  4. Tanaman dipotong-potong masing-masing tiga batang (bulb) satu sama lain berhubungan.
  5. Tanam pada pot yang telah disediakan, bulb yang paling tua hendaknya diletakkan di bagian tepi pot, untuk menopang bulb digunakan kawat untuk mengait agar tanaman tidak roboh, dan tempatkan pada tempat yang teduh.
Untuk anggrek monopodial:
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (monopodial)
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (monopodial)

  1. Siapkan anggek vanda yang tingginya ± 76 cm – 100 cm.
  2. Potong dari bagian batang 30-45 cm dan paling tidak ada akarnya satu buah.
  3. Setelah dipotong, bekas potongan dicelupkan pada larutan fungisida untuk menghindari pertumbuhan jamur. Selama tiga menit.
  4. Ditanam pada pot yang telah diisi media, tempatkan pada tempat yang teduh.
Untuk perbanyakan dengan keiki:
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (keiki)
Teknik Perbanyakan Vegetatif Anggrek (keiki)

  1. Siapkan keiki bisa dari Dendrodium maupun Phalenopsis.
  2. Potong keiki yang telah berakar banyak, setelah dipotong dimasukkan dalam larutan fungisida selama tiga menit.
  3. Kemudian setelah kering angin tanam dalam pot yang telah diisi dengan media.
  4. Tempatkan pada tempat yang teduh tidak kena hujan.
chyrun.com/teknik-perbanyakan-vegetatif-anggrek/

cara merawat anggrek


Cara Merawat Tanaman Anggrek Agar Rajin Berbunga

agar anggrek rajin berbunga
CARA MERAWAT TANAMAN ANGGREK AGAR RAJIN BERBUNGA -- Keindahan bunga anggrek menjadi dambaan banyak orang. Namun sayangnya banyak yang mengeluhkan merawat bunga anggrek itu sulit. Jikapun mau hidup, bunga anggrek sulit berbunga atau malah berbunga. Timbul pertanyaan bagaimana cara merawat anggrek agar rajin berbunga? Sebenarnya tidak sukar untuk membuat anggrek rajin berbunga, kuncinya adalah kita bisa mengkondisikan tanaman anggrek seperti di habitat aslinya. Itulah cara merawat anggrek agar rajin berbunga, lantas seperti apa cara merawat anggrek agar rajin berbunga?

Cara Merawat Anggrek Agar Berbunga

Hal  yang terpenting agar anggrek rajin berbunga adalah  dalam hal pemilihan bibit unggul anggrek. Beberapa sifat unggul dari anggrek adalah anggrek berbunga banyak, berbunga besar, bunga berwarna cerah dan bunganya tahan lama.  Seain bibit unggul , agar anggrek rajin berbunga adalah kesehatan bibit juga perlu diperhatikan.

Yang Kedua Agar Tanaman anggrek Rajin berbunga adalah pada pemilihan lokasi menanam anggrek. Lokasi penanaman anggrek harus dimanipulasi sedemikian rupa agar kondisi iklimnya menyerupai habitat asli. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memasang naungan (paranet). Paranet berfungsi mengatur besarnya intensitas sinar matahari yang masuk, menahan air hujan, dan melindungi tanaman dari serangan hama.

Paranet memiliki tingkat kerapatan yang berbeda-beda, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman anggrek berdasarkan jenis anggrek dan usia anggrek. Agar tanaman anggrek rajin berbunga dan subur, penggunaan paranet juga disesuaikan dengan jenis anggreknya, yaitu sebagai berikut:
  • Anggrek Phalaenopsis  atau anggrek bulan memerlukan paranet 40-45%.
  • Anggrek Vanda memerlukan paranet 75-100% karena anggrek ini membutuhkan cahaya matahari langsung untuk fase vegetatif (pertumbuhan) dan fase generatif (berbunga).
  • Anggrek Dendrobium memerlukan paranet 55-75%.

Kebutuhan Sinar Matahari Untuk Berbagai Jenis Anggrek

Berbeda jenis anggrek memiliki kebutuhan intensitas sinar matahari yang berbeda, karena itu agar tanaman anggrek rajin berbunga, berikut ini tingkat kebutuhan sinar matahari berbagai jenis anggrek:

Kebutuhan Cahaya Anggrek Agar Rajin Berbunga

Selain berdasarkan jenis anggrek Penggunaan paranet juga disesuaikan dengan umur tanaman. Tanaman yang masih berbentuk seedling menggunakan paranet 40%. Tanaman dewasa yang akan atau sudah berbunga menggunakan paranet 55-75%.

Agar Tanaman anggrek rajin berbunga, yang penting diperhatikan adalah masalah penyusunan anggrek. Agar anggrek rajin berbunga juga harus diperhatikan penyusunan tanamannya, sebaiknya penyusunan rak-rak anggrek diletakkan datar dengan ketinggian 1 m dan jangan diletakkan berjenjang karena akan mengganggu sirkulasi udara.

Kelembaban udara juga akan mempengaruhi tanaman anggrek rajin berbunga. Agar anggrek rajin berbunga dibutuhkan kelembaban antara 60 – 80 %. Agar kelembaban tetap terjaga dibawah rak bisa dibikin kolam atau dibuat kabut didalam rumah lindung dengan cara pemasangan sprinkle.

Media tanam. Media tanam yang ideal untuk membuat anggrek rajin berbunga tersusun 2 bagian. 1/3 bagian bawah diisi dengan potongan batu bata dan 2/3 sisanya pake pakis.

Konstruksi pot. Pot juga sangat mempengaruhi dalam tanaman anggrek agar rajin berbunga. Yang paling ideal pot yang dipakai adalah pot yang terbuat dari tanah liat dan banyak lobangnya.

Penyiraman. Agar anggrek rajin berbunga sangat perlu diperhatikan masalah kandungan air dari medianya. Jika cuaca panas diperlukan penyiraman 2 kali dan jika cuaca hujan tidak perlu melalukan penyiraman. Yang sangat perlu diperhatikan adalah kadar air media. Waktu penyiraman yang ideal adalah jam 07 – 09 pagi dan jam 03 – 05 sore.

Pemupukan. Kunci utama pemupukan agar anggrek rajin berbunga adalah pemberian pupuk dengan kandungan unsur hara P yang tinggi. Pemupukan bisa diberikan melalui penyemprotan/ penyiraman bisa juga menggunakan pupuk slow rilis yang ditaburkan pada media tanam anggrek.

Pemberian ZPT atau Hormon. Untuk membuat anggrek rajin berbunga kadang diperlukan pemberian ZPT atau hormon. Yang bisa digunakan untuk memacu pembungaan anggrek adalah Giberelin. Bisa juga digunakan air kelapa dengan konsentrasi 15 % (150 ml air kelapa dibuat larutan semprot 1 liter).

Pengendalian hama dan penyakit. Seperti tanaman lain anggrek juga takan luput dari serangan hama dan penyakit. Pengamatan setiap hari adalah cara paling tepat untuk mencegah serangan hama dan penyakit anggrek. Untuk membuat anggrek rajin berbunga tanaman anggrek harus dibersihkan dari kotoran, gulma dan daun-daun busuk. Penggunaan insektisida jika terserang hama, fungisida jika terserang jamur dan bakterisida jika terserang bakteri.

Nah itu tadi adalah beberapa tips agar Tanaman Anggrek rajin berbunga, tentu jika tanaman angrek rajin berbunga, akan membuat hati senang. Keindahan bunga-bunga anggrek akan menyegarkan suasana rumah yang membuat kita betah berlama-lama di rumah.
news-spy.blogspot.com › ... › Cara Merawat Anggrek › Hobi › Menanam Anggrek

perawatan anggrek


Cara merawat anggrek  agar rajin berbunga

Sampurasun ... Rampes...  Masih tentang Menanam Anggrek, dalam tulisan kali ini Blog Mang Yono mau sedikit berbagi tentang  Cara Merawat Anggrek agar Rajin Berbunga  meskipun saya bukan ahli dalam menanam / merawat bunga khususnya anggrek, tetapi saya  akan memberikan beberapa perawatan agar anggrek kita selalu berbunga, setelah sebelumnya saya menuliskan juga tenteng Cara Menanam  Anggrek Dengan Media Pot, Cara menanam anggrek dengan di tempel di pohon atau pada tulisan yang lawas tentang Mari menanam Anggrek dengan media pot,  Memilih pot untuk tanaman anggrek

Berikut ini cara merawatnya sesuai yang saya lakukan, mungkin ini adalah cara nyeleneh saya yang tidak sesuai dengan cara para master atau para ahli membudidayakan anggrek, tapi tidak apa – apa khan?. Ini untuk perbandingan saja ya.

Cara merawat anggrek  agar rajin berbunga
Anggrek  Mang Yono

(i). Anggrek tidak membutuhkan sinar matahari penuh, hanya 20% saja. Sehingga tanaman anggrek  perlu naungan. Naungan bisa dengan paranet ataudi pohon, seperti tanaman anggrek saya yang disimpan di bawah pohon anggur yang merambat.
 (ii). Sirkulasi udara sangat dibutuhkan. Artinya hembusan angin cukup baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek . Semakin baik sirkulasi udara dalam nursery, pertumbuhan tanaman anggrek akan semakin bagus.bahkan sebagian orang yang master tentang budidaya anggrek ada yang memasang kipas angin. Fungsi sirkulasi udara ini untuk meratakan temperatur dan kelembaban.
(iii). Penyiraman dilakukan dua kali sehari, untuk waktu penyiraman yang baik yaitu sekitar jam 07.00 ~ 09.00 dan sore harinya 16.00 ~ 18.00. Penyiraman sebaiknya langsung kearah akar dan menggunakan air yang bersih, tidak tercemar limbah kimia apalagi menggunakan air kopi panas, nanti bisa bahaya terhadap tanaman anggreknya hehehe.
(iv). Untuk  menjaga serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan penyemprotan insektisida dan fungisida seminggu sekali. Nah untuk Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari.
(v). Karena Tumbuhan juga perlu makan seperti kita – kita ini, jadi kasih deh tanaman anggrek dengan makanan dan nutrisi yaitu dengan melalui cara pemupukan yang teratur. Pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk yang kaya akan kandungan kalsium (Ca), Phospor (P), dan Kalium (K) untuk merk dan jenis pupuknya silahkan cari sendiri di Google ya ... hehehe. Pemberian pupuk dilakukan rutin dua minggu sekali. Pemberian pupuk dengan cara pupuk dilarutkan dahulu dengan air kemudian disiramkan.

Nah apabila sobat mempunyai cara lain silahkan ditulis di kolom komentar ya

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us


www.mangyono.com › Bunga › Cara / Tips

sub kultur anggrek


Laporan Praktikum Kultur Anggrek

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan relatif stabil. Tanaman ini memiliki pasar tersendiri di dalam maupun luar negeri, kebanyakan yang memiliki tanaman anggrek adalah masyarakat menengah ke atas, atau pada kalangan hobiis anggrek. Tanaman ini memiliki bunga yang bervariasi dan daya tahan bunga yang relatif lama jika dibandingkan dengan tanaman bunga lain. 
Harga anggrek yang mahal disebabkan oleh beberapa faktor, seperti relatif sulitnya dalam merawat tanaman ini dan juga metode perbanyakannya yang dilakukan secara in vitro, pilihan untuk mengembangbiakkan anggrek secara in vitro ini dikarenakan apabila dilakukan dengan cara konvensional(anakan misalnya), maka hanya sangat sedikit anggrek yang didapatkan. Sehingga teknik kultur jaringan diperlukan di sini.
Kultur jaringan adalah salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara mengisolasi bagian tanaman, seperti daun, mata tunas, atau kalus, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril (Anonim).
Salah satu kelebihan kultur jaringan yang utama adalah dapat memperbanyak tanaman dalam jumlah yang secara teori tidak terbatas, sehingga teknik ini sangat potensial untuk dikembangkan dan dipelajari lebih lanjut karena selain kelebihan tersebut, teknik ini juga bisa menghasilkan tanaman yang terbebas dari hama dan penyakit. Sedangkan kelemahan utama dari teknik kultur jaringan adalah biayanya yang relatif besar, sehingga masih sulit bersaing dengan teknik pembudidayaan tanaman secara konvensional. Pada praktikum ini dilakukan perbanyakan anggrek secara in vitro, atau lebih jelasnya tahapan yang dilakukan adalah melakukan subkultur anggrek.
Anda dapat melihat dan mengunduh Laporan Praktikum Anggrek selengkapnya dengan menekan tombol download dibawah ini.
 
gubukktani.blogspot.com/2012/07/laporan-praktikum-kultur-anggrek.html

anggrek


Kumpulan Gambar Bunga Anggrek dan Namanya

Kumpulan gambar bunga anggrek dan namanya ini adalah artikel yang berisikan gambar-gambar bunga anggrek beserta namanya. Nama bunga anggrek di sin terdiri atas nama umum dalam bahasa Indonesia, nama umum dalam bahasa Inggris dan nama latin bunga anggrek. Meskipun diantara beberapa gambar terdapat bunga anggrek yang belum memiliki nama dalam bahasa Indonesia.
Indonesia sendiri dikenal sebagai megadiversity anggrek dunia. Seperenam dari total spesies anggrek dunia bisa dijumpai di Indonesia. Jumlah itu setara dengan 5000 jenis lebih. Dari ribuan jenis anggrek tersebut memiliki keunikan dan keindahan yang menawan. Sehingga gambar-gambar bunga anggrek di Indonesia kerap memukau.
Di antara ribuan spesies anggrek Indonesia, alamendah.org mencoba membagikan beberapa gambar bunga anggrek yang menawan. Gambar tersebut dilengkapi dengan nama latin dan nama umum dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk mempelajari dan mendapati penjelasan yang lebih mendetail dari masing-masing spesies anggrek, sila klik tautan yang tersedia.

Gambar Bunga Anggrek dan Namanya

Berikut adalah kumpulan gambar bunga anggrek beserta namanya (klik pada gambar untuk membuka gambar yang lebih besar) :
  1. Anggrek Bibir Berbulu atau Beautiful Coelogyne (Coelogyne speciosa)
  2. Anggrek Bulan atau Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis)

  3. Anggrek Bulan Ambon atau Amboin Island Phalaenopsis (Phalaenopsis amboinensis)
  4. Anggrek Bulan Bintang atau Nevi’s Paraphalaenopsis  (Paraphalaenopsis denevei)

  5. Anggrek  Hartinah atau Hartinah Cymbidium (Cymbidium hartinahianum)
  6. Anggrek Hitam atau Black Orchid (Coelogyne pandurata)

  7. Anggrek Kantung Kolopaking atau Kolopaking’s Paphiopedilum (Paphiopedilum kolopakingii)
  8. Anggrek Kelip atau Violet Phalaenopsis (Phalaenopsis violacea)

  9. Anggrek Larat atau Cooktown Orchid (Dendrobium bigibbum)
  10. Anggrek Selop; Anggrek Kasut Berbulu atau Shiney Green Leaf Paphiopedilum (Paphiopedilum glaucophyllum)

  11. Anggrek Serat (Diplocaulobium utile)
  12. Anggrek Stuberi atau Wooly Pollina Dendrobium (Dendrobium lasianthera)

  13. Anggrek Tebu atau Tiger Orchid (Grammatophyllum speciosum)
  14. Callus Vanda (Vanda limbata)

  15. Papua Paphiopedilum (Paphiopedilum papuanum)
  16. Rhumphius’ Grammatophyllum (Grammatophyllum rumphianum)

Gambar-gambar dan nama bunga anggrek tersebut hanya mewakili sedikit dari ribuan jenis anggrek spesies yang dimiliki Indonesia.

bibitbunga.com › blog

kultur krisan



 KULTUR JARINGAN TANAMAN KRISAN

Kultur Jaringan pada Tanaman Krisan
Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau
Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran
Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicm (kuning), C. morifolium (ungu dan pink) dan C.
daisy (bulat, ponpon).
Klasifikasi botani tanaman hias krisan sebagai berikut:
Divisi : Spermathophyta
Sub Divisi  : Angiospermae
Famili  : Asteraceae
Genus  : Chrysanthemum
Species  : C. morifolium Ramat, C. indicum, C. daisy dll
Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida. Krisan yang ditanam
di Indonesia terdiri atas:
a. Krisan lokal (krisan kuno).
Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam
satu kali penanaman. Contoh C. maximum  berbunga  kuning  dan berbunga putih di
Cipanas (Cianjur).
b. Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida)
Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. Contoh krisan ini adalah
C. indicum hybr. Dark Flamingo, C. i.hybr. Dolaroid,C. i. Hybr. Indianapolis (berbunga
kuning) Cossa, Clingo, Fleyer (berbunga putih), Alexandra Van Zaal (berbunga merah)
dan Pink Pingpong (berbunga pink).
c. Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas
krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27.108, 13.97, 27.177, 28.7 dan 30.13A.
Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Sebagai bunga hias,
krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Contoh krisan mini (diameter bunga
kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan), Pearl Cindy (putih
kemerah-merahan), White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan), Applause
(kuning cerah), Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). Krisan introduksi berbunga besar
banyak   ditanam   sebagai  bunga   pot,  terdapat  12   varietas  krisan   pot  di  Indonesia,   yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu), Rage (merah) dan Time (kuning). b) Bunga potong Contoh bunga potong antara lain Inga, Improved funshine, Brides, Green peas, Great verhagen, Puma, Reagen, Cheetah, Klondike dll.
Perbanyakan dengan Jaringan  Kultur  merupakan suatu  metode  untuk mengisolasi
bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ , serta menumbuhkannya   dalam   keadaan   aseptik,   sehingga   bagian-bagian   tersebut   dapat
memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh kembali.
Tujuan kegiatan kultur jaringan adalah perbanyakan masal tanaman yang biasanya
sangat lambat dengan metoda konvensional dalam jumlah yang besar dalam waktu yang
singkat, selain itu diperoleh tanaman yang bebas virus.
ΓΌ Langkah-langkah Kultur Jaringan pada Krisan :
1. Pengambilan eksplan atau sumber eksplan krisan berupa pucuk dan nodus berasal dari
tanaman induk krisan dan planlet. Pembuatan Media MS Media yang digunakan untuk
tanaman krisan adalah media induksi tunas dan media perbanyakan. Komposisi media
yang digunakan untuk induksi tunas adalah½ MS + 0.5 IAA komposisi media yang
digunakan untuk perbanyakan adalah½ MS + 0.1 IAA
2. Menyiapkan Eksplan
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan sebagai bahan kultur adalah
jenis tanaman, bagian tanaman yang digunakan, morfologi permukaan, lingkungan
tumbuhnya, kondisi tanaman, dan musim waktu mengambilnya. Umumnya bagiantanaman yang digunakan sebagai eksplan adalah jaringan muda yang sedang aktif
karena mempunyai regenerasi yang tinggi.  Eksplan yang digunakan pada tanaman
krisan adalah nodus karena untuk menginduksi tunas aksilar.
3. Kultur Aseptik Krisan Sterilisasi
Tujuan   utama   tahap   ini   adalah   mengusahakan   kultur   yang   aseptik   dan   aksenik.
Aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan, sedangkan aseptic
berarti bebas dari mikroorganisme.
4. Pemilihan dan Penyipan Tanaman Induk
Sebelum melakukan kultur jaringan  untuk  suatu tanaman kegiatan pertama  harus
dilakukan   adalah   memilih   tanaman   induk   yang   hendak   diperbanyak.   Klon   yang
mempunyai sifat beda, unik, stabil dan seragam kemudian dijadikan tanaman induk
tunggal dan sebagai tanaman donor (bahan eksplan) untuk perbanyakan secara in
vitro.
Pengerjaannya   dilakukan   dalam   ruang   laminar   agar   terhindar   dari   kontaminan.
Penanamannya dikelompokkan berdasarkan nomor ruas. Setiap botol diisi 5 eksplan dan
diulang empat kali. Botol kultur selanjutnya diinkubasi dalam ruang pertumbuhan dengan
pencahayaan 16 jam di bawah lampu fluoresen 40 watt, suhu 24-26 oC, dan kelembapan 60-
80% hingga eksplan tumbuh menjadi planlet.
Cara Sterilisasi Untuk Tanaman Krisan
          Mengambil eksplan yang telah diseleksi berdasarkan ketahanan vigor, hama penyakit, dan jumlah daun 4 - 5 helai atau 3 - 4 nodus.
         Memotong eksplan per nodus dengan mengurangi atau memotong sebagian helai daun.
         Eksplan direndam dalam larutan Benlatte dan Bactomicyn (fungisida dan bakte-ri sida) , masing-masing sebanyak 1 g/300 ml aquades sambil dikocok-jocok sela- ma 30 menit.
         Membilas eksplan dengan air aquadest sebanyak 4 - 5 kali.
         Selanjutnya eksplan dibawa ke laminar.
         Eksplan dimasukkan ke dalam larutan tween 2 tetes/100 ml aquades sambil dikocok-kocok selama 5 menit.
         Eksplan dimasukkan ke dalam larutan Chlorox 0.5 % selama 5 menit sambil dikocok-kocok.
         Selanjutnya eksplan dimasukkan ke dalam larutan Chlorox 1 % selama 3 menit sambil dikocok-kocok.
         Eksplan dibilas dengan air destilasi sebanyak 5 - 6 kali.
Penanaman Eksplan Kegiatan dan Media Tanam
Penanaman eksplan ke dalam botol kultur disebut dengan inokulasi. Kegiatan ini dilakukan setelah eksplan disterilisasi, diawali dengan memotong bagian permukaan eksplan. Selanjutnya eksplan berupa nodus ditanam sebanyak dua buah dalam media ½ MS + IAA 0.5 mg/l, sedangkan eksplan berupa pucuk tidak perlu ditanam, cukup diletakkan saja pada media yang sama sebanyak 3 buah. Sebelum ditutup dengan plastik wrap, plastik transparan, dan karet, botol media yang telah ditanami terlebih dahulu dipanaskan di atas api bunsen. Selanjutnya botol diberi label jenis tanaman dan tanggal penanaman. Eksplan yang telah dikulturkan dibawa ke ruang inkubasi dan dibiarkan sampai tumbuh.
Multiplikasi
Cutting atau Multipikasi bertujuan untuk memperbanyak propagul sedangkan, Sub kultur adalah usaha untuk menggantikan media dalam kultur jaringan dengan media yang baru, sehingga kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan kalus dapat terpenuhi. Berikut ini adalah uraian tentang teknik pelaksaan sub kultur pada media padat. Dari media pertama, kultur dipindahkan ke media regerasi selama sekitar tiga minggu. Setelah itu, apabila kita bertujuan untuk memperbanyak propagul atau multifikasi,maka kita lakukan pemindahan media baru dan apabila tanamannya berbatang maka kita lakukan stek/ cutting contohnya pada tanaman krisan kita perbanyak dengan cara memotong perbuku. Atau per dua buku tergantung titik tumbuh daun, yang akan menjadi cabang baru.
Namun biasanya cuttig krisan dilakukan stelah tanamn tumbuh sempurna dan besar. Hal ini untuk memeudahkan perbanyakan, sehingga dapat memeprbanyak
tanpa batas.
Tunas-tunas hasil perbanyakan di laboratorium kultur jaringan diseleksi untuk memperoleh tunas yang pertumbuhannya sehat, vigor baik, dan tidak menunjukkan gejala penyimpangan. Tunas terpilih kemudian dikeluarkan dari botol secara hati-hati dengan menggunakan pisau skalpel, kemudian dipotong tiap ruas/buku dari ruas 1 sampai 4. Pemotongan dilakukan di dalam petridis menggunakan pisau kultur. Bagian tanaman yang digunakan adalah pucuk atau ruas 1, 2, 3, dan 4. dan stelah itu dimasukan kedalam media sub kultur dengan media ½ MS + 0.5 IAA.Pembentukan akar umumnya dimulai dengan pemindahan indol acetic acid (IAA) yang diproduksi pucuk tanaman ke bagian batang yang luka untuk menstimulasi pembentukan akar (Brenner et al. 1987).
Setelah pomotongan, umumnya setek tidak sensitif terhadap hormon. Pada fase ini terjadi dediferensiasi, sel-sel menjadi kompeten dan responsif terhadap hormon. Setelah itu sel-sel aktif membelah (bersifat meristematik) diikuti dengan pembentukan primordia akar, pembentukan akar hingga akar tumbuh dan berkembang (De Klerk et al. 1999). Auksin umumnya berperan penting dalam inisiasi pembentukan akar. Peran auksin akan optimal bila faktor lingkungan juga optimal.

Aklimatisasi
Aklimatisasi merupakan kegiatan akhir teknik kultur jaringan. Aklimatisasi adalah proses pemindahan planlet dari lingkungan yang terkontrol ke kondisi lingkungan tak terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelembaban. Aklimatisasi dilakukan untuk mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam dan dijadikan tanaman induk untuk produksi dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik. Perubahan kondisi lingkungan yang drastis, dari lingkungan terkontrol ke tidak terkontrol, dari suhu relatif stabil ke suhu lingkungan yang fluktuatif, dari kelembapan tinggi ke rendah dan fluktuatif, dan dari cahaya rendah ke cahaya tinggi pada umumnya menyebabkan tanaman mudah mengalami cekaman atau stres, kehilangan air, layu, dan mati Oleh karena itu, proses aklimatisasi perlu dilakukan secara bertahap, seperti yang diterapkan Winarto (2002) pada anyelir. Aklimatisasi akan membantu tanaman beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya.
Metode aklimatisasi dibagi menjadi 2, yaitu metode langsung (direct) dan metode
tidak langsung (indirect).
Metode langsung:
1.      Menyiapkan planlet dalam botol yang akan diaklimatisasi dan mengeluarkan planlet secara hati-hati dari dalam botol.
2.      Membersihkan akar tanaman dari agar-agar yang masih melekat dengan air.
3.      Merendam akar tanaman dalam larutan fungisida dan bakterisida selama 5 menit.
4.      Menanam tanaman pada bak media arang sekam yang telah dibasahi.
5.      Tutup bak dengan plastik transparan selam 1 - 2 minggu.
6.      Setelah 1 -2 minggu plastik dibuka dan tanaman dibiarkan tumbuh dan berkembang dalam bak aklimatisasi hingga minggu ketiga sampai keempat.
7.      Selanjutnya tanaman dipindahkan ke dalam polibag-polibag kecil sampai siap untuk di tanam di lapang.
Metode tidak langsung:
1.      Menyiapkan planlet dalam botol yang akan diaklimatisasi dan mengeluarkan planlet secara hati-hati dari dalam botol
2.      Memotong tanaman tepat pada bagian bawah nodus ketiga kemudian merendamnya dalam larutan fungisida dan bakterisida selama 5 menit.
3.      Menanam tanaman pada bak media arang sekam yang telah dibasahi.
4.      Tutup bak dengan plastik transparan selam 1 - 2 minggu.
Aklimatisasi Planlet di Rumah Kaca Aklimatisasi merupakan tahap penting dalam proses kultur jaringan. Tahap ini sering kali menjadi titik kritis dalam aplikasi teknik kultur jaringan. Aklimatisasi diperlukan karena tanaman hasil kultur jaringan umumnya memiliki lapisan lilin tipis dan belum berkembang dengan baik, sel-sel dalam palisade belum berkembang maksimal, jaringan pembuluh dari akar ke pucuk kurang berkembang, dan stomata sering kali tidak berfungsi, yaitu tidak dapat menutup pada saat penguapan tinggi.

Kultur jaringan Krisan Dengan Eksplan Mata Tunas


Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk merangsang jaringan-jaringan biji (generatif), serta jaringan-jaringan batang, daun, tunas, dan akar (vegetatif) dengan menempatkan jaringan-jaringan tersebut dalam media semai khusus yang berupa padatan atau cairan yang sudah disterilkan sehingga terbebas dari mikroorganisme. Kultur jaringan lebih efektif digunakan untuk pembibitan vegetatif.

Adapun tahapan-tahapan untuk mendapatkan bibit bunga krisan dengan menggunakan kultur jaringan, antara lain:
a)      Menyeleksi induk krisan
Pertama menyeleksi induk krisan agar mendapatkan induk yang berkualitas, sehingga bibit yang dihasilkan berkualitas pula. Ciri  induk krisan yang berkualitas adalah pertumbuhan bunganya cepat, memiliki produktivitas bunga yang cukup tinggi, tidak terserang hama dan penyakit (dalam kondisi sehat), serta memiliki banyak mata tunas.
b)     Pengambilan mata tunas
Proses selanjutnya potong mata tunas dengan suet yang steril, kemudian mata tunas tersebut direndam selama 10 menit dalam Sublimat 0,04 % HgCL. Jika telah selesai, bilas mata tunas tersebut dengan air suling yang steril.
c)      Eksplan (penempatan mata tunas) pada medium padat
Sebelum mata tunas ditempatkan pada medium, perlu adanya persiapan untuk membuat medium tersebut. Medium yang diperlukan adalah medium MS padat yang dicampurkan dengan 150 ml air kelapa per liter, 1,5 mg kinetin per liter, dan 0,5 mg NAA per liter di dalam sebuah wadah yang steril, biasanya wadah yang digunakan adalah botol. Setelah medium dibuat, kemudian masukan mata tunas tadi ke dalam medium tersebut (botol). Mata tunas mulai berakar setelah 26 hari ditempatkan di medium dan mulai tumbuh tunas setelah 3 hari tumbuh akar.
d)     Penyemaian bibit
Proses selanjutnya bibit dipindahkan di medium penyemaian yang berupa pasir yang sudah steril (setelah mata tunas sudah berakar dan bertunas di dalam medium), dengan kedalaman tanam disesuaikan dengan ukuran bibit. Setelah ditanam, kemudian ditutup dengan plastik bening agar mendapatkan cahaya lampu dan tempatkan di tempat yang terbebas dari mikroorganisme (aseptik). Buka penutup plastik bening pada sore dan malam hari sekitar 1-2 hari sebelum bibit dipindahkan ke kebun.
e)      Penanaman bibit di kebun

      Bibit krisan dapat dipindahkan di kebun ketika sudah tumbuh dengan ketinggian kurang lebih 9cm dan memiliki daun bebrapa helai

slametwinarko.blogspot.com/2016/03/kultur-jaringan-tanaman-krisan.html